Sepanjang bulan Ramadhan yang penuh berkah ini ASWATA - Asuransi Terpercaya berbagi kebahagiaan dengan menggelar acara-acara Buka Puasa Bersama baik dengan mitra kerja maupun bersama karyawan yang bertema "Indahnya Kebersamaan".   

Berikut adalah foto-foto dari kegiatan Buka Puasa Bersama Aswata.  

  1. Buka Puasa bersama Staff & Direksi ASWATA di Kantor Pusat - Jakarta, 31 Mei 2018.
     
    Bukber-HO-2018
     

Rumah-1

 

Sebagian besar masyarakat telah menikmati libur dan perjalanan mudik di penghujung bulan suci Ramadhan. Mudik juga berarti meninggalkan rumah dalam waktu yang lumayan lama. Rasa khawatir pun sering muncul misalnya akibat konsleting listrik atau kebocoran gas yang memicu kebakaran rumah, selain itu muncul juga kekhawatiran akan resiko pencurian, perampokan yang kerap kali terjadi pada rumah kosong yang ditinggal mudik pemiliknya. Lalu bagaimana melakukan persiapan meninggalkan rumah tetap aman? Berikut tipsnya.

ASWATA-X-IMAC-1

Kedua dari kiri : M Th. Ratnawati , Direktur Marketing & Sales Corporate PT Asuransi Wahana Tata menerima penghargaan mewakili manajemen dan staff ASWATA

 

 PT. Asuransi Wahana Tata (ASWATA) sebagai perusahaan asuransi terkemuka di Indonesia berhasil meraih kembali yang ke-7 kali penghargaan dalam kategori Non-Vehicle Insurance 2018 di ajang Indonesia''s Most Admired Companies Award (IMAC) 2018.

Penghargaan ini diberikan oleh Chief Executive Officer (CEO) Frontier Consulting Group Handi Irawan D di Hotel Mulia Jakarta (7/6/2018) di acara malam penganugerahan yang bekerja sama dengan Majalah Marketing selaku official media partner.  

cashpop-1

CashPop & Asuransi Wahana Tata bagi-bagi Asuransi Perjalanan Pulang Kampung untuk 5.000 Poiner beruntung dengan total perlindungan hingga 50 milyar!!

 Hanya dalam hitungan hari sebagian masyarakat yang berencana merayakan lebaran di kampung halaman mulai mempersiapkan diri. Apabila momen kali ini Anda membawa seluruh anggota keluarga menggunakan kendaraan pribadi terdapat hal yang perlu diperhatikan agar keselamatan serta kenyamanan tetap jadi yang utama. Karena bagaimana pun juga hal yang tidak diinginkan bisa saja terjadi sehingga dapat mengganggu perjalanan mudik Anda. Berikut ini penjelasannya :

 

  1. Periksa Mesin Kendaraan

    Kendaraan-1

    Apa pun kendaraan pribadi yang digunakan pastikan anda telah cek kondisi mesinnya. Jika Anda awam akan otomotif sebaiknya bawa ke bengkel resmi. Oli mesin, busi, aki dan radiator hal yang biasanya bermasalah diperjalanan jarak jauh. Faktor pendukung lainnya seperti tekanan angin, rem, ac dsb juga diperhatikan selama perjalanan.  

Rupiah yang kita kenal berasal dari kata India yaitu rupiya yang berawal dari bahasa Sansekerta yaitu rupyakam artinya perak. Pengaruh budaya India menjadikan Rupiah menjadi nama mata uang Indonesia sejak masa kejayaan kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara ratusan tahun silam. Mata uang sebuah negara bukan sekedar alat transaksi yang sah saja namun ada makna ketika diterbitkan dengan identitas bangsa dan sebagai simbol kedaulatan negara. Salah satu pecahan mata uang Indonesia yaitu Rp.10.000,- yang akan kita kenali dari waktu ke waktu sebagai berikut :

 

  1. Rp.10.000 Tahun 1964

    10000-1964

    Pada tahun 1964 dengan tema Pekerja Tangan yang bergambar depan 2 orang nelayan yang sedang menjala ikan dan bergambar belakang pemandangan perahu dan sungai barito. Dengan tandar air kepala banteng garuda pancasila Rp.10.000,- dicetak oleh PN. Pertjetakan Kebajora, Imp ditanda tangani oleh Jusuh Muda dalam, Hertatijanto

    Makna Sungai Barito : Salah satu sungai terpanjang dan terbesar yang menjadi tempat bermuaranya beberapa sungai utama di Kalimanatan Selatan, seperti Sungai Martapura dan Sungai Negara serta menjadi alat hubung transportasi yang sangat penting bagi penduduk untuk mengarungi sungai hingga ke ibukota-ibukota kabupaten yang ada di Kalimantan Selatan. Jadi bukan sekedar sungai namun aktivitas ekonomi masyarakat sebagian besar dilakukan di atas sungai atau bernelayan.  

 

Ngabuburit merupakan sebutan yang hangat di masyarakat saat menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Ngabuburit bermula dari sebuah kata burit dari bahasa sunda, yang berarti sore atau mendekati saat tenggelamnya matahari. Dalam kamus ekabahasa sunda, ngabuburit bermakna menunggu saat berbuka puasa sambil bekerja, bermain, berolahraga semata-mata agar melupakan rasa lapar dan dahaga sampai tiba waktu Maghrib.

 

Dahulu, ngabuburit semacam kegiatan anak-anak yang pergi mengaji ke Mesjid di sore hari pada bulan suci Ramadhan sebagai aktivitas positif untuk menunggu berbuka. Namun sekarang, ngabuburit diisi dengan melancong ke tempat ramai di sekitar lingkungan tempat tinggal atau sekedar berbelanja aneka takjil untuk berbuka puasa. Nah bagaimana jika aktivitas ngabuburit tetap asyik dan bermanfaat? Lihat informasi berikut ini :

ASWATA-Bedug

Sejak ratusan tahun yang lalu dimana wilayah yang saat ini menjadi perkotaan masih berupa hutan, beduk menjadi alat yang diandalkan untuk membangunkan sahur di bulan puasa.

Ya, membangunkan sahur merupakan budaya yang sudah lama ada di Indonesia, layaknya ragam budaya yang dimiliki oleh Indonesia, cara membangunkan sahur pun berbeda-beda di tiap daerah, namun memukul beduk sahur menjadi budaya yang sangat familiar hampir di setiap daerah.

Takjil-Kurma

 

Tradisi takjil yang sangat populer di bulan Ramadhan diartikan sebagai hidangan untuk berbuka puasa, terutama makanan dan minuman manis yang disantap sebelum berlanjut ke menu utama. 

Mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), takjil berarti mempercepat (buka puasa). Hal ini sesuai dengan akar katanya dalam Bahasa Arab, yakni ajila atau menyegerakan. Jadi maksud Ta'jil/Takjil adalah penyegeraan membatalkan puasa dengan makanan pembuka.

 

Menurut tradisi, buah kurma sebagai makanan pembuka yang harus dikonsumsi terlebih dahulu karena selain manis kurma juga banyak manfaatnya. Bisa jadi, awal mula kata takjil terbentuk karena orang-orang Arab menyegerakan berbuka puasa dengan kurma. Sehingga, kurma dianggap sebagai salah satu jenis takjil, yang kemudian berkembang menjadi makanan dan minuman kecil untuk memulai berbuka puasa. 

ASWATA turut ambil bagian pada kegiatan sosialiasi tanggap darurat yang diadakan pada tanggal 13 Mei 2018 di Auditorium Gereja MBK, Jakarta Barat. Dengan mengangkat tema “Siap Selamat Dari Bencana : Gempa dan Kebakaran” sukses diangkat oleh juru bicara Bapak Prasetyanto dan Tim Relawan Daya Dharma kepada seluruh tamu undangan yang hadir.

 

ASWATA-X-GEREJA-MBK

Foto Bersama Peserta dengan Panitia Sosialiasi Tanggap Darurat Bencana Gereja Maria Bunda Karmel dan Tim SO ASWATA Puri Kembangan (Foto : Dok. Aswata)

 


PT. Asuransi Wahana Tata

Kantor Pusat
Jl. H. R. Rasuna Said. C-4, Jakarta 12920
Tel. (021) 5203145, 5203146
Fax. (021) 5203149, 5205222-23
e-mail : aswata@aswata.co.id
website: http://www.aswata.co.id
logo mari
logo-imac-2017
Logo-AA-Fitch-Ratings 2018